Banyak pemilik bisnis fokus pada:
- Desain logo
- Feed Instagram
- Iklan
- Website
Tapi melewatkan satu hal kecil yang justru sangat menentukan:
kategori di Google Business Profile.
Di dalam sistem Google Business Profile, kategori bukan sekadar label.
Kategori adalah cara Anda “memberitahu Google” bisnis Anda sebenarnya apa.
Dan kalau Google salah memahami bisnis Anda, maka hasilnya sederhana:
👉 Anda tidak muncul ketika orang mencari layanan Anda.
Artikel ini akan membantu Anda memahami cara memilih kategori Google Bisnis dengan benar — tanpa istilah teknis rumit.
Kenapa Kategori Itu Penting?
Bayangkan Google seperti asisten yang sangat cerdas.
Setiap hari ia menerima jutaan pertanyaan seperti:
- “jasa kanopi Jogja”
- “klinik gigi terdekat”
- “catering nasi box”
- “kontraktor rumah minimalis”
Lalu Google harus memutuskan:
Bisnis mana yang paling relevan?
Di sinilah kategori bekerja.
Kalau Anda memilih kategori yang tepat, Google lebih mudah memahami:
- Apa layanan utama Anda
- Siapa target pelanggan Anda
- Di pencarian mana Anda harus muncul
Kalau salah kategori?
Google bingung.
Dan ketika Google bingung, biasanya Anda kalah dari kompetitor.
Apa Itu Kategori Utama dan Kategori Tambahan?
Di Google Business Profile, ada dua jenis kategori:
1️⃣ Kategori Utama
Ini adalah identitas utama bisnis Anda.
Hanya satu yang bisa dipilih sebagai kategori utama.
Dan ini sangat menentukan ranking.
2️⃣ Kategori Tambahan
Kategori pendukung yang menjelaskan layanan lain yang Anda sediakan.
Misalnya:
Kategori utama:
👉 Kontraktor Kanopi
Kategori tambahan:
👉 Tukang Las
👉 Jasa Renovasi
👉 Kontraktor Umum
Kategori tambahan membantu, tapi kategori utama yang paling kuat.
Kesalahan Paling Umum Saat Memilih Kategori
Ini yang sering saya temukan ketika audit bisnis lokal:
❌ Memilih kategori terlalu umum
Contoh:
Memilih “Kontraktor” padahal bisnisnya spesifik “Kontraktor Kanopi”.
Semakin spesifik, biasanya semakin baik.
❌ Memilih kategori berdasarkan “keren”-nya nama
Ada yang memilih kategori “Perusahaan Konstruksi” karena terdengar besar.
Padahal yang dicari pelanggan adalah “Tukang Kanopi”.
Google bekerja berdasarkan pencarian nyata, bukan gengsi nama.
❌ Memasukkan kata kunci ke nama bisnis
Contoh:
“CV Maju Jaya – Kontraktor Kanopi Murah Jogja Terbaik”
Ini bukan strategi.
Ini bisa berisiko suspend.
Kategori sudah disediakan Google.
Tidak perlu dimanipulasi di nama.
Cara Memilih Kategori yang Benar (Langkah Praktis)
Sekarang kita masuk ke bagian yang paling penting.
Ikuti langkah ini secara sederhana.
Langkah 1: Pikirkan Apa yang PALING Menghasilkan Uang
Sebagai pemilik bisnis, Anda tahu:
Layanan apa yang paling sering closing?
Layanan apa yang paling menguntungkan?
Layanan apa yang paling ingin Anda tonjolkan?
Kategori utama sebaiknya mencerminkan itu.
Bukan sekadar layanan sampingan.
Langkah 2: Cari di Google Seperti Pelanggan



4
Coba lakukan ini:
- Ketik layanan utama Anda di Google.
- Lihat 3 bisnis teratas.
- Klik salah satu.
- Perhatikan kategori yang mereka gunakan.
Google jarang salah dalam menampilkan top 3.
Kalau kompetitor ranking memakai kategori tertentu, kemungkinan itu kategori yang relevan.
Langkah 3: Pilih yang Paling Spesifik dan Sesuai
Contoh kasus:
Anda punya klinik gigi.
Pilihan kategori:
- Klinik Kesehatan
- Dokter Gigi
- Klinik Gigi Anak
Mana yang paling spesifik dan sesuai?
Biasanya: Dokter Gigi atau yang lebih detail sesuai layanan utama Anda.
Semakin spesifik, semakin relevan.
Langkah 4: Gunakan Kategori Tambahan Secukupnya
Kategori tambahan membantu Google memahami layanan lain Anda.
Tapi jangan asal banyak.
Contoh yang tidak tepat:
- Kontraktor
- Arsitek
- Interior Designer
- Supplier Material
- Developer
- Konsultan
- Tukang
Kalau semua dipilih tanpa benar-benar dilakukan, Google bisa menganggap tidak fokus.
Lebih baik 3–5 kategori relevan daripada 10 kategori asal pilih.
Studi Kasus Sederhana
Bayangkan dua bisnis jasa AC.
Bisnis A
Kategori utama: Toko Peralatan Rumah Tangga
Kategori tambahan: Tidak ada
Bisnis B
Kategori utama: Jasa Servis AC
Kategori tambahan: Kontraktor AC, Jasa Perawatan AC
Mana yang lebih mungkin muncul saat orang cari “servis AC terdekat”?
Jelas Bisnis B.
Karena Google lebih paham bisnisnya.
Apakah Kategori Bisa Diubah?
Bisa.
Dan kadang memang perlu diuji.
Tapi hati-hati.
Mengganti kategori utama bisa:
- Mengubah ranking
- Mengubah relevansi
- Mengubah visibilitas
Jangan sering ganti-ganti tanpa strategi.
Kalau mau mengubah, pastikan:
- Sudah dianalisis
- Tidak sedang ada masalah suspend
- Data lainnya sudah kuat
Hubungan Kategori dan Ranking Google Maps



4
Google hanya menampilkan 3 bisnis di bagian atas (Local Pack).
Untuk masuk ke sana, Google melihat:
- Kategori utama
- Relevansi dengan pencarian
- Review
- Jarak
- Aktivitas
Kalau kategori tidak tepat, Anda mungkin tidak akan dipertimbangkan sama sekali.
Bukan karena bisnis Anda jelek.
Tapi karena Google tidak mengerti Anda.
Cara Berpikir yang Tepat Sebagai Pemilik Bisnis
Jangan berpikir:
“Apa kategori yang terlihat paling besar?”
Berpikirlah:
“Apa yang orang ketik ketika mereka butuh layanan saya?”
Google bekerja berdasarkan perilaku pencarian.
Bukan berdasarkan deskripsi ideal versi Anda.
Kesimpulan: Kategori Bukan Formalitas, Tapi Strategi
Banyak pemilik bisnis membuat Google Business Profile hanya untuk “ada”.
Padahal detail kecil seperti kategori bisa menentukan:
- Apakah Anda muncul atau tidak
- Apakah Anda relevan atau tidak
- Apakah Anda masuk 3 besar atau tidak
Kategori yang tepat membantu Google memahami bisnis Anda.
Dan ketika Google memahami bisnis Anda, peluang tampil di depan calon pelanggan jauh lebih besar.
Sebagai pemilik bisnis, Anda tidak harus menguasai SEO secara teknis.
Tapi Anda perlu memastikan satu hal sederhana:
Google tahu persis bisnis Anda itu apa.
Karena kalau Google salah paham, pelanggan juga tidak akan menemukan Anda.
Kalau Anda ingin:
- Audit kategori Google Business Anda
- Cek apakah kategori sudah tepat
- Evaluasi kenapa bisnis sulit muncul di Maps
- Atau ingin optimasi yang lebih terstruktur
Saya siap membantu.
Kadang yang menghambat bukan strategi besar.
Tapi keputusan kecil yang kurang tepat.
Dan kategori adalah salah satu keputusan kecil yang berdampak besar.
