Banyak pemilik bisnis fokus pada review, foto, dan ranking.
Tapi ada satu hal yang sering diremehkan — padahal dampaknya langsung ke kepercayaan dan konversi:
Jam operasional.
Pernah lihat label di Google:
“Mungkin tutup”
“Jam dapat berbeda”
“Tidak buka saat ini”
Kalau pelanggan datang dan ternyata tutup, yang rusak bukan cuma mood mereka. Reputasi Anda ikut terdampak.
Di artikel ini, saya akan jelaskan dengan sederhana:
- Kenapa jam operasional itu krusial
- Perbedaan jam reguler dan jam khusus
- Cara update langkah demi langkah
- Kesalahan yang sering bikin bisnis kehilangan pelanggan
- Strategi kecil yang jarang dibahas tapi berdampak besar
Artikel ini saya tulis untuk Anda sebagai pemilik bisnis — bukan untuk teknisi SEO.
Kenapa Jam Operasional Itu Penting?



4
Google menampilkan jam buka langsung di hasil pencarian dan Google Maps melalui Google Business Profile.
Jam ini memengaruhi:
- Keputusan orang untuk datang
- Keputusan orang untuk telepon
- Label “Open now” atau “Closed”
- Ranking lokal dalam beberapa kondisi real-time
Ya, dalam beberapa situasi, bisnis yang sedang buka saat pencarian dilakukan bisa mendapat keuntungan visibilitas.
Artinya: jam operasional bukan sekadar informasi. Ia adalah sinyal.
Perbedaan Jam Operasional & Jam Khusus
Sebelum masuk ke teknis, pahami dulu perbedaannya.
1️⃣ Jam Operasional Reguler
Jam normal harian.
Contoh:
- Senin–Jumat: 08.00–17.00
- Sabtu: 08.00–14.00
- Minggu: Tutup
Ini adalah jadwal default.
2️⃣ Jam Khusus (Special Hours)
Digunakan untuk:
- Hari libur nasional
- Cuti bersama
- Event tertentu
- Perubahan sementara
Contoh:
- 25 Desember: Tutup
- 1 Januari: 10.00–15.00
- 17 Agustus: Tutup
Jam khusus menimpa jam reguler untuk tanggal tersebut.
Dan ini sangat penting.
Karena kalau tidak diatur, Google akan menampilkan label:
“Jam mungkin berbeda”
Label ini mengurangi kepercayaan.
Cara Update Jam Operasional (Langkah Demi Langkah)
Berikut panduan praktis.
Langkah 1: Login ke Google Business Profile
Masuk ke akun Google yang mengelola bisnis Anda.
Langkah 2: Cari Nama Bisnis Anda di Google
Ketik nama bisnis Anda langsung di Google.
Dashboard pengelolaan akan muncul di bagian atas hasil pencarian (kalau Anda login).
Langkah 3: Klik “Edit Profile”
Masuk ke bagian informasi bisnis.
Langkah 4: Pilih Bagian “Hours” atau “Jam”
Di sini Anda bisa:
- Mengatur jam reguler
- Menambahkan jam khusus
Cara Menambahkan Jam Khusus
Ini bagian yang sering diabaikan.
Langkah 1:
Masuk ke bagian Jam.
Langkah 2:
Pilih “Add special hours” / “Tambahkan jam khusus”.
Langkah 3:
Masukkan tanggal spesifik.
Langkah 4:
Atur jam buka untuk tanggal tersebut atau tandai sebagai “Closed”.
Langkah 5:
Simpan.
Selesai.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Saya rangkum beberapa kesalahan yang sering saya temui:
❌ Tidak update saat hari libur nasional
Akibatnya muncul label “Jam mungkin berbeda”.
❌ Tidak update saat pindah jam operasional permanen
Misalnya tadinya buka sampai jam 17.00, sekarang sampai 19.00.
❌ Tidak menutup saat renovasi
Google tetap menunjukkan buka, pelanggan datang, kecewa.
❌ Menghapus jam reguler dan hanya pakai jam khusus
Ini membingungkan sistem.
❌ Tidak sinkron dengan website dan sosial media
Kalau di website tertulis buka jam 8–17, tapi di Google 9–16, Google bisa kehilangan kepercayaan data.
Strategi Cerdas Mengelola Jam Operasional
Sekarang kita masuk ke bagian yang jarang dibahas.
1️⃣ Gunakan Jam Operasional sebagai Sinyal Aktivitas
Setiap update adalah sinyal bahwa profil aktif.
Profil yang aktif cenderung:
- Lebih dipercaya
- Lebih stabil
- Lebih kecil risiko “ditinggalkan” algoritma
2️⃣ Update Sebelum Hari Libur, Bukan Setelah
Banyak bisnis baru update setelah pelanggan komplain.
Idealnya:
- Update minimal 3–7 hari sebelum hari libur
- Pastikan tidak muncul label “Jam mungkin berbeda”
3️⃣ Pertimbangkan Perluas Jam Saat Kompetitor Tutup
Jika memungkinkan secara operasional:
Kalau kompetitor tutup Minggu, dan Anda buka,
Anda bisa mendapatkan traffic tambahan.
Google sering memprioritaskan bisnis yang sedang buka saat pengguna mencari.
4️⃣ Gunakan Fitur “More Hours” Jika Relevan
Beberapa kategori memiliki opsi tambahan seperti:
- Jam layanan drive-through
- Jam pengantaran
- Jam layanan pickup
Gunakan jika tersedia dan relevan.
Apakah Perlu Update Jika Tidak Ada Perubahan?
Jika jam tidak berubah, tidak perlu diubah hanya demi aktivitas.
Tapi tetap periksa:
- Apakah hari libur sudah diatur?
- Apakah ada event mendatang?
- Apakah ada perubahan musiman?
Minimal audit jam operasional setiap 3 bulan.
Dampak Jam Operasional Terhadap Reputasi
Bayangkan dua bisnis:
Bisnis A:
- Jam selalu akurat
- Tidak pernah ada label “jam mungkin berbeda”
- Review mengatakan “Pelayanannya tepat waktu”
Bisnis B:
- Jam sering salah
- Pelanggan datang saat tutup
- Review komplain soal jam
Google membaca review.
Pelanggan membaca review.
Jam operasional bukan sekadar angka.
Ia membentuk persepsi profesionalisme.
Studi Kasus Sederhana
Saya pernah menangani bisnis lokal yang:
- Jam di Google belum pernah di-update
- Saat pandemi jam berubah drastis
- Tidak pernah diatur sebagai jam khusus
Akibatnya:
- Banyak review negatif
- Label “jam mungkin berbeda”
- Penurunan telepon masuk
Setelah jam dibenahi dan disinkronkan:
- Review komplain berhenti
- Panggilan meningkat
- Profil terlihat lebih profesional
Perubahan kecil. Dampak besar.
Checklist Cepat untuk Pemilik Bisnis
Sebelum tutup artikel ini, lakukan audit 5 menit:
✔ Jam reguler sudah sesuai kondisi nyata
✔ Hari libur nasional sudah diatur
✔ Jam khusus sudah ditambahkan untuk event
✔ Jam di website sama dengan di Google
✔ Tidak ada label “jam mungkin berbeda”
Kalau semua sudah, Anda sudah selangkah lebih baik dari banyak kompetitor.
Kesimpulan: Jam Operasional Itu Sederhana, Tapi Krusial
Banyak pemilik bisnis ingin naik ranking.
Tapi lupa memastikan dasar-dasarnya benar.
Jam operasional adalah salah satu informasi paling sederhana —
tapi dampaknya langsung ke kepercayaan dan konversi.
Google ingin menampilkan bisnis yang:
- Akurat
- Aktif
- Dapat dipercaya
Dan kepercayaan dibangun dari detail kecil seperti ini.
Kalau Anda ingin bisnis terlihat profesional,
mulailah dari hal yang paling dasar.
Karena dalam bisnis, sering kali yang membedakan bukan strategi rumit —
tapi konsistensi pada hal-hal sederhana.
